melupakan orang yang pernah kita sayang itu tidak semudah membalikan telapak tangan, butuh waktu , tenaga, pikiran dan bla bla bla. bukan mencari alasan untuk melupakan orang tersebut tapi pada nyatanya Tuhan menciptakan kita otak untuk mengingat bukan untuk melupakan.
Banyaknya kenangan menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya melupakan seseorang, entah itu kenangan manis atau kenangan pahit. terlalu berat rasanya menjalani hari esok kalo hati kita masih tertinggal di hari kemarin, bukan maksud hati melebih lebihkan tapi pada nyatanya masalalu lebih indah dari pada masa sekarang.
“apapun yang terjadi life must go on” ketika kita bahagia sangat mudah kiranya mengeluarkan kata kata tersebut tapii ketika hati kita sedang di rundung rasa sakit kata kata itu cuma seperti angin lalu, tidak berguna dan tidak menimbuklan effect apa apa kepada diri kita, itu faktanya. banyak tulisan tulisan bijak yang kita baca dan banyak kata kata bijak yang dapat kita buat, tapi tidak banyak kata kata bijak tersbut yang dapat kita aplikasikan kediri kita sendiri.
mungkin kita harus menyediakan tempat di hati kita dan pikiran kita untuk menyimpan kenangan kita, bukan maksud untuk melupakan cuma ingin menyimpannya di waktu sekarang, membuka lembaran baru bukan berarti melupakan kenangan lama maka dari itu kita menyimpannya di sudut hati dan pikiran kita agar suatu hari kelak kita bisa membuka dan mengingatnya kembali.
someday ketika kita sudah bahagia dan sudah benar benar lupa dengan apa yang pernah kita selipkan di sudut hati dan pikiran kita dan sewaktu kita membuka dan mengingat nya kembali , mungkin kata yang terucap seperti ” ahh bodoh sekali aku di masa itu” , “kenapa dulu aku seperti itu ya” tapi pada nyatanya kapan kah hari itu akan terjadi? besok ? lusa? minggu depan? bulan depan? atau tahun depan? cuma waktu yang akan menjawab.. xoxo